Fish

Rabu, 13 April 2011

PROFIL PONDOK PESANTREN DARUL ULUM

Pondok Pendidikan Islam Darul ‘Ulum didirikan sejak 21 Agustus 1991 di kampung Palarik, kelurahan Air Pacah kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Sejak berdiri sampai sekarang, Pondok Pendidikan Islam Darul ‘Ulum dipimpin oleh Abuya Tengku Haji Darmis Muar (50 tahun), putra asli kampung Palarik di mana pondok sekarang berdiri. Sebelum kembali ke kampung halamannya, mendirikan (bersama masyarakat), dan memimpin pondok, beliau telah menghabiskan lebih dari separuh umurnya untuk belajar ilmu agama dan dakwah Islam, mulai dari Padang, Jaho (Padang Panjang), dan Tanah Rencong Aceh (Aceh Selatan dan Aceh Utara). Keinginan dan niat kuat beliau untuk membangun kampung halaman di bidang agama mendapat dukungan keluarga dan masyarakat Kota Padang. Dengan izin Allah SWT., di atas sebidang tanah waqaf seluas 1.600 M2, bersama segenap lapisan masyarakat dan pemerintah setempat, beliau mendirikan pondok. Tujuan utamanya adalah mendidik, mengasuh dan melatih para santri untuk menjadi juru dakwah dan pengembang Islam yang berilmu berkahlak mulia dan bertanggungjawab kepada agama, nusa dan bangsa.
Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika kehidupan, pondok yang pada mulanya dipercayakan kepengurusannya kepada para pendiri yang terdiri atas tokoh masyarakat dan ulama setempat terus memikirkan arah dan gerak maju pondok. Sehubungan dengan itu, setelah melakukan musyawarah dan memperoleh kesepakatan bersama, sejak 19 Mei 1994 kepengurusan pondok dilakukan oleh sebuah yayasan yang berbadan hukum, yaitu Yayasan Darul ‘Ulum. Yayasan Darul ‘Ulum berperan sebagai lembaga resmi yang mengurus, membina dan menangani berbagai bentuk pembangunan dan kegiatan pondok. Akan tetapi kegiatan dan pembinaan pondok ke arah dalam yang lebih bersifat pendidikan dan pengajaran serta pembinaan keagamaan dibimbing oleh pimpinan pondok bersama majelis guru.
Pondok Pendidikan Islam Darul ‘Ulum Palarik Air Pacah ini merupakan satu-satunya pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan Islam dengan sistem Halaqah-Salafiyah di Kota Padang. Sebanyak 70% bahan dan sumber belajarnya adalah mata pelajaran agama berbahasa Arab (arab gundul/kitab kuning) untuk tingkat dasar dan menengah. Kitab-kitab tersebut adalah sumber belajar yang mashur dalam mazhab Imam Syafi’I dan ‘Itikad/paham Ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu 30% bahan pembelajarannya adalah mata pelajaran umum (IPA, IPS, Matematika) dan bahasa Arab dan Inggris. Diharapkan dengan cara ini para santri mempunyai pengetahuan keagamaan dan umum yang dapat menjawab tantangan zaman. Alhamdulillah, sampai saat ini para tamatan pondok telah banyak berhasil untuk melanjutkan dan menyelesaikan pendidikannya pada tingkat perguruan tinggi. Selain itu ada pula tamatan pondok yang bekerja sebagai guru, juru dakwah dan aparat pemerintah di tanah air. Cita-cita dan harapan untuk menjadikan pondok sebagai “padepokan intelektual muslim yang handal” di Kota Padang masih dapat dan terus berjalan, meskipun upaya tersebut dihadapkan pada berbagai bentuk masalah dan tantangan.
Saat ini ada 180 orang santriwan/wati yang mengaji dan menetap di Pondok untuk keseluruhan tingkat/jenjang pendidikan yang ada. Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah di Sumatera Barat, bahkan dari daerah tetangga seperti Riau, Jambi, dan NAD. Selain itu ada pula 40 orang santri yang tidak menetap dan mereka datang mengaji ke Pondok sesuai waktu yang disepakati. Di samping mengaji dala bentuk umum, santri yang tidak menetap itu mengadakan pula halaqah mingguan (setiap hari minggu pukul 08.00 – 12.30 WIB). Pengajian halaqah mingguan langsung dipimpin oleh Tengku Haji Darmis Muar (Pimpinan Pondok) dan diikuti oleh puluhan tokoh masyarakat, alim ulama dan pemuda dari beberapa kecamatan di Kota Padang. Halaqah mingguan diselenggarakan dalam bentuk muzakarah, telaah lanjut dan diskusi ilmiah keagamaan dengan mengambil rujukan dan sumber dari tafsir, fiqh, tauhid tasawuf dan ilmu umum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar